Monday, May 4, 2015

Contoh Makalah Sejarah Peminatan



SMA STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA
TUGAS SEJARAH PEMINATAN
“Ketenaran Seri Vampire Diaries pada Tahun 1991-2014 di Amerika Serikat”





Oleh
Hedwigis Octavia X IIS1/16





Pengantar Penulis
Rasanya, tidak ada seri buku tempo dulu yang saya baca hingga ketenarannya masih terngiang-ngiang hingga tahun ini. Memang saya belum menyelesaikan semua serinya yang memang serinya sangatlah banyak sehingga ada seri yang sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia maupun seri aslinya yaitu Bahasa Inggris. Karena dari segi harga buku juga lumayan mahal menurut saya, sehingga saya hanya berkesempatan memiliki 7 seri dari buku ini dan 1 seri book companionnya. Memang buku ini tidak setebal buku seri Harry Potter akan tetapi 3 buku dari seri ini juga lumayan tebal. Tidak hanya itu, jika anda ikut membaca buku ini, anda mungkin akan merasakan kebingungan jika imajinasi fantasi anda tidak berjalan. Buku ini memang membutuhan pemahaman akan tetapi jangan kawatir, jika anda membaca buku versi asli yaitu Bahasa Inggris mungkin anda tidak begitu kebingungan karena bahasa yang digunakan oleh penulis bahasa yang mudah dimerngerti. Akan tetapi jika anda membaca versi terjemahan mungkin anda akan menemui terjemahan-terjemahan yang kurang dimengerti sedikit aneh dan agak ganjal. Ya walaupun begitu, setidaknya penerbit Indonesia sudah ada yang berusaha untuk menerjemahkan seri buku ini. Jika anda ingin bertanya-tanya tenang seri ini, anda bisa mengirimkan e-mail kepada saya ke: octaviaindira@gmail.com  atau mention ke twitter saya (@octavia_indira) atau main-mainlah ke blog tumblr saya di www.octaviamoviesbooks.tumblr.com untuk sekedar main-main dan mengintip hal-hal mengenai film dan buku favorit saya.
                                                                                                                       
                                                                                                                                    xoxo
                                                                                      Hedwigis Octavia, 2014








BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
“Sejak masih kecil, dan terlalu kecil untuk bisa mengingat… saya selalu mencari keajaiban’’ Lisa Jane Smith yang biasa dikenal sebagai L.J. Smith adalah pengarang dari seri Vampire Diaries ini. Memang saat ia masih kecil dia sudah berniat untuk menulis buku anak-anak dia sendiri pun tau buku apa yang akan dia baca akan tetapi buku-buku tersebut begitu terbatas. Sehingga dia tidak memilki pilihan lain kecuali menulis sendiri cerita-carita yang ingin ia baca. Sejak usianya lima tahun, dia sudah bercerita tentang dirinya sendiri, dan rasanya sungguh wajar jika ia menuangkan isi pikirannya ke dalam bentuk tulisan.
Memulai novel pertamanya saat duduk di bangku SMA . Novel itu ia kerjakan dalam jangka waktu yang cukup panjang, pelan-pelan membagi waktu antara menulis dan kuliah, hingga dia mendapat gelar sarjananya di bidangg Psikologi Eksperimen di California University, Santa Barbara. Menurut Jane, menulis itu sangat mudah, dan ia sangat menikmatinya. Namun, orang tuanya pernah mengingatkan bahwa menjadi penulis tidaklah mudah. Oleh karena itulah L.J. memilih menulis di malam hari, sepulangnya sekolah ketika ia menjadi guru TK dan guru anak-anak yang berkebutuhan khusus.
Waktu itu ia tidak memiliki mesin tik, apalagi computer jadi ia membawa naskah yang telah ia selesaikan ke pengetik professional. Bahkan, menurut pengetik naskah professional langganannya itu naskah yang ia tulis adalah karangan yang paling indah yang pernah diketik olehnya.
Di Tahun 1990an adalah tahun yang produktif bagi L.J. Smith karena akhirnya ia memutuskan untuk menjadi novelis sepenuhnya. Pada dunia tulis-menulias, Ia menerbitkan 22 buku. Keempat buku pertamanya berupa serial Vampire Diaries yang bercerita tentang gadis cantik, sedikit egois, yang tinggal di kota Virginia, yang bertemu dengan kakak beradik yang penuh dengan rahasia kelam dan akhirnya membawa ia dan sahabatnya ke dalam dunia supernatural. Tahun 1991 Harper menerbitkan The Awakening, The Strunggle, The Furry dan The Dark Runion yang secara kolektif dikenal dengan nama The Vampire Diaries.
Sementara itu, para vampire kembali merambah puncak daftar penjualan terlaris melalui kesuksesan Stephanie Meyer lewat Twilight Saga (2005-2008), seakan tak ingin kalah,  pihak penerbit L.J. Smith merilis kembali buku Vampire Diaries dengan cover yang diperbaharuhi bahkan L.J. sendiri tidak mengetahuinya hingga ada yang memberi tahu bahwa bukunya berada di urutan kelima daftar penjualan buku terlaris di New York Times. Meski ia belum pernah membaca buku serial Twilight atau menonton film-filmnya, L.J. menyadari kemiripan yang ada. Waktu itu banyak sekali yang mengirim surat dari orang-orang yang menyangka bahwa ia mencuri ide, mereka bahkan menuliskan sekitar 30 kesamaan dengan Twilght yang ada di bukunya. Akan tetapi ia hanya membalas dengan satu kalimat yaitu “ Lihat tanggal copyright pada bukunya”. Pada akhirnya, ia menerima cukup banyak permintaan maaf.

1.2  Rumusan masalah
1.      Apa yang menyebabkan seri ini masih bertahan dan masih fenomenal di kalangan remaja Amerika bahkan merebah di seluruh dunia?
2.      Apa gunanya serial jika tidak ada peminatnya? Wawancara dengan komunitas Vampire-Diaries.net.
3.      Pengalaman apa yang kamu dapat di kehidupanmu saat berkembangnya seri Vampire Diaries?

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui faktor penyebab ketenaran suatu seri buku tahun 90an.
2.      Mengetahui ulasan dari ketua komunitas fans.
3.      Dapat ikut merasakan pengalaman seseorang mengenai adanya seri Vampire Diaries.


BAB 2
PEMBAHASAN
Pada saat itu wakil presiden divisi drama di channel television CW sedang makan siang santai dan akhirnya acara itu diisi dengan mendiskusikan ide-ide untuk serial televisi. “Kami berbicara tentang para vampire dan bagaimana kami sangat mencintai mereka,” kenang Julie, “dan salah satu dari kami berkata, ‘‘Kami akan sangat senag untuk membuat serial tentang vampire, tapi pasti tidak ada yang mau mengerjakan cerita vampire lagi.”
Twilight Saga karangan Stephenie Meyer (dimana para vampire tampak gemerlap) telah memancing demam vampire baru, dan serial True Blood yang ditayangkan HBO telah memuaskan para penggemar vampire yang menginginkan cerita yang lebih banyak darah, gigitan, dan adegan-adegan seksi. Namun CW tidak menolak mentah-mentah ide untuk menciptakan serial vampire ketiga, yang tampaknya dapat mengisi kekosongan antara dua titik ekstrem yang dicari para penggemar serial itu. Kata mereka, ‘Sebenarnya, kami punya bahan cerita yang sangat ingin kami olah. Kami sangat ingin membuat serial televisi terbaru tentang vampire, dan kami ingin kalian melihat-lihat bahan cerita ini.’ Dan itu lah yang kami lakukan. Bahan cerita yang disebut-sebut olehnya adalah buku The Vampire Diaries karangan L.J. Smith yang dipresentasikan oleh Alloy Entertaintment, perusahan yang ada dibalik beberapa serial televisi untuk CW seperti Gossip Girl dan Privileged.
Serial The Vampire Diaries pas untuk CW, yang memiliki segmen untuk perempuan berusia 18-35 tahun. Secara intens acara-acara yang mendefinisikan CW sebagai jaringan anak-anak muda, terutama wanita muda. Bagi Dawn Ostrof, segala sesuatu tentang The Vampire Diaries memenuhi definisi itu, memnuhi semua kualitas yang diinginkan dalam memilih serial untuk ditayangkan. Vampire Diaries menjadi begitu berhasil bukan hanya karena genrenya yang tepat, tapi serial ini memiliki humor dan cerita persahabatan yang erat seperti layaknya keluarga.
Pada 10 September 2009, The Vampire Diaries ditayangkan untuk pertamakalinya ditengah-tengah demam vampire yang benar-benar berada pada puncaknya tahun 2005 novel Twilight pertamakali beredar di pasaran, tahun 2008 bukunya diadaptasi menjadi film. Dan demikianlah, segala sesuatunya memang berputar seperti roda: vampire “vegetarian” baik hati ciptaan L.J. Smith telah mulai berburu jauh sepuluh tahun lebih awal daripada Edward Cullen di Twilight.
Tentunya jika The Vampire Diaries ingin meraih kesuksesan, yang paling penting adalah tiga peran utamanya. Pemilihan pemain menjadi sangat penting, jika penonton tidak berpihak kepada Elena Gilbert maka penonton akan tidak peduli. Nina Dobrev yang “sangat berbakat” itu hampir tidak jadi terpilih sebagai Elena. Saat ia datang untuk kasting kondisinya sedang sakit dan audisinya sangat buruk sekali. Teapi setelah ia pulang ke Kanada, ternyata ia mengirimkan suatu video kasting ulang yang membuat crew tidak percaya bahwa ia adalah Nina Dobrev, wanita yang sakit itu. Ia sangat cocok memerankan peran utama “Saya merasa seperti menulis untuk Elena/Nina, buat saya mereka seperi menjadi satu sekarang” ungkap Kevin Williamson.
Untuk peran Stefan, “Paul Wesley datang di awal audisi dan kami merasa bahwa ia adalah seorang actor yang hebat. Namun saat itu kami belum menemukan peran Elena pada waktu itu sehingga kami belum mengambil keputusan.. ketika Nina datang, kami membawa Paul Wesley untuk membaca dialog mereka bersama-sama dan kami langsunga tau bahwa dia cocok untuk peran itu.”
 Membuat Ian Somerhalder masuk dalam tokoh Damon begitu sulit. Menurut mereka, wajahnya benar-benar cocok untuk berperan sebagai Damon, akan tetapi Ian belum bisa membawakan dialog yang sedang ia peerankan. Meski begitu mereka yakin peran itu ada didalam diri Ian, dan pada akhirnya Ian memenangkan peran tersebut.
Dukungan pemirsa terhadap seri ini mulai bertambah dengan kesetian menonton tiap minggunya dan membuat serial tersebut mendapat penghargaan mereka pada tahun 2010. Meskipun pada September 2009 L.J. Smit tengah sibuk menulis The Vampire Diaries: The Return, ia menyempatkan untuk menonton CW ketika Vampire Diaries pertama kali ditayangkan. Ia memutuskan untuk membeli TV dan memasang TV kabel agar dapat menonton seri ciptaannya itu. “Banyak hal yang melenceng sana sini, tapi menurut saya, hasilnya menajubkan. Saya sangat bersemangat ketika tahu bahwa Kevin Williamson-lah yah yang mengerjakan proyek ini.” Ujar L.J.
Musim berganti musim, beberapa episode dan season yang telah ditempuh The Vampire Diaries mendapat banyak penghargaan. Dan jika ada satu kata yang bisa menggambarkan serial itu, maka kata itu adalah: epic. Hingga tahun 2014 ini Vampire Diaries tengah mencapai season keenamnya yang masih ditayangkan oleh CW TV yang tayang setiap hari Kamis. Itulah yang menyebabkan serial ini masih tenar karena serial ini masih hidup di tengah-tengah para remaja penggila seri buku ini bahkan remaja gila akan vampire. “Salah satunya ialah saya senddiri sebagai penulis ulasan ini.” kata Hedwigis.
Selain itu, saya juga mendapati komunitas yang sangat popular untuk para penggemar seri ini yaitu Vampire-Diaries.net yang diketuai oleh Vee dan Red. Akan tetapi saya akan memadukan jawaban-jawaban mereka mengenai seri ini sehingga dapat menjadi kesatuan kalimat yang kompleks dan dapat dimengerti. Berikut ulasan-ulasan yang saya temukan dari komunitas tersebut.
Ternyata mereka sudah menjadi penggemar The Vampire Diaries sejak awal novelnya diterbitkan pada awal tahun ’90-an dan akhirnya terbit juga di Inggris karena novel ini memang diterbitkan oleh penerbit US yang bernama Harper. Menurut mereka, situs yang mereka kelola saat ini terasa sebagai pekerjaan tetap mereka. Ya bagaimana tidak? Pengelola suatu situs yang besar dapat menyibukkan seorang pembuatnya bahkan admin yang mengelola situs itu. Saat mereka tidak menulis pada blog mereka, mereka tetap memantau Twitter atau memantau forumnya, selain itu ternyata mereka juga menulis-menulis informasi untuk halaman wiki.
Mereka juga dapat mengetahui tipikal orang yang gemar akan seri Vampire Diaries yang biasanya mereka lihat adalah lelucon-lelucon yang nyeleneh sehingga membuat penggemarnya mempunyai karakter yang unik pula yaitu karakter humor yang nyeleneh. Sebelumnya mereka memang terlibat dalam komunitas-komunitas yang ada akan tetapi hanya sekedar berpartisipasi saja bukan pengurus situs, moderator ataupun sebagainya.
Jika mengenai kru dan para pemeran The Vampire Diaries mereka mengatakan bahwa mereka ramah. Karena mereka juga sering membalas pertanyaan-pertanyaan fans melalui jejaring sosial mereka selain itu mereka juga rendah hati, baik dan menghormati pekerjaan fans-fansnya.
Ternyata pengurus situs Vampire-Diaries.net ini memang dari kecil sudah menyukai karakter vampire. Sebelumnya memang mereka pernah membaca buku Twilight dan menyukainya akan tetapi pada seri keduanya yaitu New Moon mereka mulai tidak suka dengan ceritanya yang begitu rumit sehingga mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan membaca serialnya. Selain itu film-film favorite mereka tentang vampire juga banyak sekali dari versi Jerman ataupun Amerika pada tahun ’80-an. Mereka menjadi sangat senang sekali ketika diminta untuk menyunting buku esai The Vampire Diaries untuk Smart Pop Books.
Mari kita simak mengenai pengalaman orang biasa yang terlibat dalam seri ini. Wah kira-kira pengalaman apa sih yang dia alami? Ayo kita intip untuk mengetahuinya.
Di lokasi syuting pasti banyak sekali yang terlibat di dalam pembuatan Vampire Diaries ini. Contohnya ialah Jennifer Ridings yang tinggal di Atlanta, tapi di televisi ia adalah penduduk Mystic Falls: Jennifer sudah berkali-kali muncul di The Vampire Diaries sebagai aktris yang tampil di latar belakang, atau figuran.
Selalu pengalaman yang luar biasa setiap kali ia bekerja untuk The Vampire Diaries. Para pemeran dan krunya sangat ramah dan baik hati. Jelas sekali bahwa satu sama lain mereka dekat. Senang rasanya saat Jenn melihat mereka saling bercanda dan tertawa satu sama lain, dan mendengarkan Ian menyanyi ketika ia tidak sedang syuting dan ia merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian (kecil) dari sebuah serial yang sangat hebat ini.
Pemeran pertamakalinya dimulai pada Maret 2010 dia bekerja seharian menggunakan hak tinggi dan gaun malam di lokasi Founder’s Hall, untuk episode “Miss Mystic Falls”. Semuanya begitu baru baginya dan sangatlah menajubkan. Apalagi saat berdiri berdekatan dekat dengan Nina dan Ian, singkatnya dia sangatlah senang. Orang mana atau remaja mana yang tak suka dan berkesempatan ikut bergabung dengan penggarapan seri yang fenomenal itu? Apalagi sekaligus bertemu dengan pemainnya? Saya selau penulis pun sangat sangat ingin merasakan hal yang sama seperti Jenn, tapi kapan??!??
Sejak pengalaman itu, ia kembali bekerja untuk beberapa kali episode selanjutnya yang kadang kadang di alun-alun Covington, kadang-kadang di “sekolah” atau di dalam Mystic Grill.. yang tentunya tidak benar-benar ada di Covington, tapi merupakan lokasi syuting yang tertutup. Saat seorang temannya yang menyukai seri Vampire Diaries itu tinggal disana, seolah-olah ia merasa sangat kecewa ketika ia menemukan bahwa Mystic Grill tidak benar-benar ada, bahkan kamu tidak bisa masuk untuk memesan minuman dan makanan. Yang paling penting saat pengalaman syutingnya adalah dia senang bisa bertemu dengan para pemain dan kru, serta melihat bagaimana kerja dibelakang layar itu. Dari pengalaman di lokasi syuting Vampire Diaies itu, ia jadi menghargai semua usaha, waktu dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, untuk membuat serial itu.










BAB 3
KESIMPULAN
Menulis itu tidak susah. Saran bagi calon penulis sangatlah sederhana: menulis, menulis (“ tulis apapun yang kalian suka, jangan terlalu suka mengkritik diri sendiri. Keluarkan apa yang ada dalam pikiranmu dan jangan dulu memikikirkan apakah tulisanmu itu bagus atau tidak”), serta baca, baca (“ baca semua yang bias kamu baca dan bacalah beragam buku yang berbeda. Kamu akan menyerap banyak hal yang bagus, tata bahasa, perbendaharaan kata, struktur jalan cerita meski kamu mungkin tak menyadarinya. Baca juga buku-buku klasik, dan cobalah terus menerus seiring bertambahnya usiamu”). Sehingga kamu dapat menciptakan karya yang memang benar-benar kamu buat sehingga namamu akan dikenal melalui karyamu itu. Selain itu akan ada beberapa referensi dari banyak orang yang telah membaca karyamu itu. Terimalah dengan lapang dada jika karyamu dikritik kurang baik dan cobalah untuk memperbaikinya. Setelah semua idemu itu diterima oleh masyarakat sekitar, percayalah aka ada yang membutuhkan karyamu itu, entah akan difilmkan atau dibuat seri tv jika memang karyamu itu banyak. Selain itu L.J Smith sendiri juga menciptakan suasana keluargaan yang benar-benar ada di seri tvnya. Orang di sekitarnya juga akan merasakan dampak positifnya sehingga orang itu menjadi sangat senang.
Berikut judul seri Vampire Diaries karangan L.J. Smith: The Vampire Diaries (1991): The Awakening, The Stuggle, The Fury, The Dark Reunion. The Vampire Diaries (The Return) : Nightfall (2009), Shadow Souls (2010), Midnight (2011). Penerbit New York: HarperTeen. Penerbit Indonesia dan alih bahasa: Atria.

Daftar Pustaka
   Calhoun, Crissy. “Love You to Death: The Unofficial Companion to The Vampire Diaries,”    ECW Press, Toronto. 2010.

No comments:

Post a Comment